Type something and hit enter

author photo
By On
Artikel kali ini membahas tentang materi Fisika tentang Hukum Archimedes, meliputi: pengertian, rumus, bunyi, penerapan, benda dalam hukum archimedes, dan contoh soalnya.

Apa itu hukum archimedes? secara singkat merupakan aturan yang menyatakan bahwa setiap benda yang tercelup baik keseluruhan maupun sebagian dalam fluida, maka benda tadi akan menerima dorongan gaya ke atas (atau gaya apung).

Sejarah ditemukannya hukum archimedes terjadi secara tidak disengaja. Menurut Wikipedia, pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II buat menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau bukan. Archimedes memikirkan perkara ini dengan sangat serius.

Hingga dia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya kedalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, beliau memperhatikan terdapat air yg tumpah ke lantai dan seketika itu pula dia menemukan jawabannya.

Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat . Setiba di rumah dia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yg artinya "telah kutemukan! Telah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu dia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnya dihukum mati.

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan hukum archimedes, Ilmu IPA Fisika akan menjelaskan poin-poin penting yang terdapat pada hukum ini.

Hukum Archimedes



Pengertian Hukum Archimedes


Hukum archimedes adalah hukum mengenai prinsip pengapungan di atas benda cair yang ditemukan oleh Archimedes. Hukum Archimedes berhubungan dengan gaya berat dan gaya ke atas suatu benda apabila dimasukkan kedalam air.


Bunyi Hukum Archimedes


“Jika sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tadi akan mendapat gaya yangg disebut gaya apung (gaya ke atas) sebanyak berat zat cair yang dipindahkannya”

Rumus Hukum Archimedes


Rumus Hukum Archimedes

Rumusnya:
w’ = w – Fa

Keterangan:
w’ : berat semu dalam air (N)
w : berat di udara (N)
Fa : gaya Archimedes (N)

Gaya ke atas yang dialami benda ketika berada di air disebut gaya Archimedes. Adapun besar gaya Archimedes dirumuskan sebagai berikut.
Fa = ρ . g . V

Keterangan:
ρ : massa jenis zat cair yang didesak benda (kg/m3)
g : percepatan gravitasi (10 m/s2)
V : volume zat cair yang didesak benda (m3).


Benda dalam Hukum Archimedes


Jika benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu tenggelam, melayang, & terapung.

Benda dalam Hukum Archimedes

1. Benda Tenggelam


Benda disebut tenggelam dalam zat cair jika posisi benda selalu terletak pada dasar tempat zat cair berada.

Pada benda tenggelam ada 3 gaya yaitu :

W = gaya berat benda
Fa = gaya archimedes
N = gaya normal bidang

Dalam keadaan seimbang maka W = N + Fa  sehingga :
W > Fa
m . g > ρZC . Vb . g
ρb . Vb . g > ρZC . Vb . g
ρb > ρzc
ρb = massa jenis benda
ρZC = massa jenis zat cair

2. Benda Melayang


Benda melayang pada zat cair bila posisi benda di bawah permukaan zat cair dan di atas dasar tempat zat cair berada.
Pada benda melayang terdapat dua gaya yaitu: Fa dan W. Dalam keadaan seimbang maka :
W = Fa
ρb . Vb . g = ρZC . Vb . g
ρb = ρzc

3. Benda Terapung


Benda terapung dalam zat cair apabila posisi benda sebagian muncul dipermukaan zat cair & sebagian terbenam pada zat cair.
Pada benda terapung terdapat dua gaya yaitu :Fa dan W. Dalam keadaan seimbang maka :
W = Fa
ρb . Vb . g = ρZC . V2 . g
ρb . Vb = ρZC . V2
karena Vb > V2 maka : ρb < ρZC

Sumber:http://fisikazone.com/

Penerapan Hukum Archimedes

Balon Udara


Balon gas ini bisa melayang karena di dalam balon tadi berisi gas hydrogen atau helium. Massa jenis hydrogen atau helium ini lebih ringan dibanding dengan udara. Balon udara ini dapat melayang lantaran berisi gas yang memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis udara


Kapal Selam


Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam & galangan kapal sama. Jika kapal akan menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruang cadangan akibatnya berat kapal bertambah. Pengaturan banyak sedikitnya air laut yang dimasukkan, mengakibatkan kapal selam dapat menyelam dalam kedalaman yg dikehendaki. 

Jika akan mengapung, maka air laut dikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan konsep tekanan hidrostastis, kapal selam memiliki batasan tertentu dalam menyelam. Jika kapal menyelam terlalu dalam, maka kapal bisa hancur karena tekanan hidrostatisnya terlalu besar.


Jembatan Ponton


Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yg berjajar sehingga menyerupai jembatan. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibentuk berdasarkan prinsip benda terapung. Drum-drum tersebut wajib  tertutup rapat sehingga tidak terdapat air yg masuk ke dalamnya. 

Jembatan ponton digunakan untuk keperluan darurat. Apabila air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.


Contoh Soal dan Pembahasannya


1. Berat sebuah benda ketika ditimbang di udara adalah 500 N. Jika beratnya di air hanya 400 N, maka berapakah massa jenis benda tersebut ?
a.       1.000 kg/m3
b.      2.000 kg/m3
c.       3.000 kg/m3
d.      4.000 kg/m3
e.       5.000 kg/m3

Penyelesaian soal no 1
Sumber:http://ikashare.blogspot.co.id


















Baca juga: 20 Bunyi Hukum-Hukum Dasar Fisika Dan Rumusnya

Demikianlah artikel hari ini tentang Hukum Archimedes (LENGKAP): Pengertian, Rumus, Bunyi dan Contoh Soal. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Click to comment